Literasi Guru

Eh,.... Coba deh diingat-ingat pernah nggak kita lihat teman yang makeup-nya kayak mau pergi ke acara wisuda atau purnawiyata, padahal hari itu cuma… masuk kelas hari Senin?....
Atau jangan-jangan kalian sendiri pernah mikir,....
“Duh, kalau nggak pakai makeup tebal tuh rasanya kurang pede banget.” ya gak sih..
Nah, persepsi kayak gini sebenarnya menarik banget buat ditelaah.
Kenapa ya remaja sekarang banyak yang merasa harus tampil sempurna di sekolah?
Apa biar kelihatan menarik?
Apa biar nggak dibandingin sama orang lain?
Atau karena takut dibilang “nggak niat” kalau tampil natural ya? (Coba komen pendapat temen-temen disini)
Kalau difikirkan secara sederhana, sekolah itu bukan panggung catwalk kan?....
Ada hal yang jauh lebih penting daripada ketebalan foundation make-Up (yaitu fokus belajar dan pengembangan diri kita dalam mengembangkan wawasan kita disekolah).
Singkatnya: Makeup Itu Boleh, Tapi… Wajar Aja, Ya! Beauty smart girls!!!!
Zaman sekarang, makeup memang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Banyak siswa mulai eksplor produk kosmetik karena ingin terlihat lebih rapi dan percaya diri..... Dan itu wajar.... Nggak ada yang salah....
Yang jadi masalah adalah kalau makeup dipakai berlebihan, sampai-sampai bikin fokus di kelas buyar atau malah jadi beban diri sendiri. perlu kita pahami bersama bahwa:
1. Sekolah Itu Buat Belajar, Bukan Fashion Show.
Kegiatan utama siswa jelas: belajar.
Tapi sayangnya, ada juga yang fokusnya terpecah karena makeup:
• Sibuk touch up tiap jam pelajaran
• Ke toilet bukan karena kebelet, tapi ngecek eyeliner
• Mendadak insecure pas keringetan, takut makeup luntur
Sampai-sampai Gurunya yang jelasin materi itu dianggap beauty vlogger yang bisa di-replay kapan aja. Padahal kalau ketinggalan materi atau nggak denger sama sekali kan yang rugi nya diri sendiri... Orang tua apalagi... yang sedang menaruh harapan besar untuk anaknya.
2. Makeup Tebal ≠ Cocok untuk Aktivitas Sekolah
Sekolah itu capek loh: pindah kelas, praktikum, kegiatan luar ruangan. Makeup tebal biasanya:
• Cepat luntur
• Bikin wajah gerah dan berat
• Rentan bikin jerawatan
• Nggak tahan kalau keringetan
Dan jujur aja, tampilan yang terlalu glamor kadang nggak nyambung dengan kesan rapi dan sederhana yang seharusnya ditunjukkan pelajar.
3. Yuk Latihan Untuk Merima Diri Apa Adanya
Masa remaja itu masanya banyak membandingkan diri. Lihat teman glowing, langsung insecure.
Scroll TikTok, auto ngerasa harus tampil flawless. Padahal, belajar menerima diri itu bagian penting dari tumbuh dewasa. Makeup natural justru lebih nunjukin karakter asli—nggak dibuat-buat. Kadang, percaya diri datang bukan dari makeup tebal, tapi dari kenyamanan jadi diri sendiri.
4. Aturan Sekolah biasanya biasanya mengatur batasan sejauh mana siswa diperbolehkan dalam berpenampilan, tujuanya agar siswa bisa lebih disiplin dan menati aturan soal penampilan termasuk makeup. Guru dan sekolah memiliki harapan agar terwujudnya kondisi :
• lingkungan sekolah yang rapi
• Siswa nggak sibuk tampil glamor
• Tumbuhnya budaya belajar yang baik
• Kondisi sosial dan belajar yang inklusif
Disiplin kecil ini melatih kita menghargai aturan agar terbiasa, harapanya nanti, ketika kita masuk di dunia kerja yang aturan bakal lebih banyak. Kita sudah siap untuk terbiasa mengikutinya.
Hal positifnya, jika kita terbiasa dengan make-Up yang tidak berlebihan. Kita akan lebih sehat, lebih hemat, lebih nggak ribet pakai makeup. Secara spesifik banyak hal yang secara langsung dapat kita rasakan seperti:
• Hemat uang (produk makeup nggak murah!)
• Hemat waktu (nggak perlu 30 menit di depan kaca)
• Kulit lebih aman dari iritasi
• Pori-pori lebih lega, jerawat lebih terkontrol
Simple makeup = tetap cantik + tetap nyaman.
Kesimpulannya
Makeup itu bukan musuh. Makeup juga bukan hal terlarang. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya dengan bijak, sesuai tempat dan situasi. Makeup natural sudah sangat cukup bikin kita tampil percaya diri tanpa harus ganggu proses belajar. Karena pada akhirnya, yang lebih penting bukan seberapa tebal riasan yang kita pakai… tapi seberapa besar usaha kita buat belajar, berkembang, dan jadi versi terbaik dari diri sendiri.
-Vinny Aprilinsia-
Penulis: Vinny Aprilinsia
Guru BK SMK Texmaco Purwasari
English
中文 (Chinese)